Gagal Ke Karimunjawa


Jum'at 2 Oktober 2015 lalu saya kembali melalukan perjalanan. Kali ini saya bersama kawan kawan Backpacker Nusantara. Sebuah pulau eksotis yang terletak di Laut Jawa bernama Kepulauan Karimunjawa yang bakal kita eksplore.

Selepas isya, saya dan beberapa kawan dari Jogja, Mbok Dar, Om Haka, Mas Rajiv dan Bang Jupri dari Makassar berangkat dari Magelang ke Semarang menggunakan kendaraan roda dua. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, akhirnya kami sampai juga di Semarang. Namun sesampainya disana kami sempat terpisah. Mas Rajiv dan Bang Jupri tertinggal jauh di belakang. Saya, Mbok Dar dan Om Haka pun memutuskan berhenti untuk menunggu mereka. Setelah menunggu lama, ternyata, eh, ternyata mereka berdua sudah sampai duluan di Terminal Terboyo.

Karena kami nggak tahu jalan menuju Terminal Terboyo, akhirnya Mbok Dar menelpon salah seorang temannya untuk menjemput kami. Tak lama kemudian Mas Dwi Cahyo datang menjemput. Kami pun berangkat menuju Terminal Terboyo. Disana sudah lumayan banyak peserta yang datang. Kami pun bergabung dengan mereka. Ada yang dari Solo, Rembang, Purwakarta, Jakarta, Jawa Timur dan Tentu saja Semarang.

Saya kira saya sendiri yang dari Magelang, ternyata ada beberapa yang berasal dari Magelang. Ada Mas Oki dan Mas Arief. Setelah berkenalan satu sama lain sembari menunggu beberapa teman yang belum datang, kami sempatkan buat mengobrol. Jujur awalnya saya agak canggung, karena memang saya baru kali pertama ini berjumpa dengan kawan kawan Backpacker Nusantara, kecuali sama Mas Dwi Cahyo, saya pernah bertemu dua kali di Magelang. Terlebih lagi, saya memang orangnya pendiam, jadi agak susah kalau bisa langsung akrab. Tapi kalau sudah akrab jangan kaget ya kalau saya kurang ajar. Hehehe.

Setelah semuanya sudah hadir, kami pun naik ke dalam mini bus yang sudah terparkir di pinggir jalan. Sementara motor kami parkir di Terminal Terboyo.
Didalam bus kami terpaksa berjejal-jejalan karena memang bus yang dipakai tidak cukup untuk menampung kami yang berjumlah 27 orang. Karena saya memang sangat kecapaian dan sedari pulang kerja belum tidur, saya pun terlelap tidur.

Waktu tempuh dari Terminal Terboyo ke Pelabuhan Kartini, Jepara kira-kira memakan waktu 2-3 jam. Sampai disana kami turun dan menunggu di pelabuhan. Karena saya masih mengantuk, saya pun melanjutkan tidur di bangku tunggu dekat ruang tiketing bersama beberapa kawan yang lain hingga pagi. Sebagian lagi ada yang tidur di warung makan yang letaknya tak begitu jauh dari tempat saya tidur.


Pagi pun menyapa kami. Ternyata kapal yang seharusnya mengantarkan kami ke Pulau Karimunjawa tidak bisa berangkat karena cuaca buruk. Sebetulnya kami sudah tahu sehari sebelumnya, tapi kami tetap berangkat. Siapa tahu paginya cuaca sudah membaik. Kami pun hanya menghabiskan waktu di pelabuhan sambil terus berharap supaya kapal dapat berangkat keesokan harinya.

Namun apa mau dikata, mungkin memang belum jodoh. Alloh belum mengiizinkan kami untuk menginjakkan kaki di pulau yang berjuluk The Paradise of Java itu. Seperti saya yang belum diizinkan bertemu dengan jodoh saya. :)
Ya, kami gagal ke Karimunjawa.


Warung tempat kita menginap. :)
suasana di Pelabuhan Kartini, Jepara.
Kapal yang harusnya membawa kami ke Karimunjawa

Setelah melakukan aktifitas mandi, sarapan dan ngobrol-ngobrol untuk mengusir kebosanan, kami pun masih berharap-harap cemas, semoga kapal akan segera berangkat.
Menjelang siang kami pun kembali berembug, baiknya mau bagaimana, kita nggak mau mengecewakan mereka yang sudah datang jauh-jauh dari luar Semarang, seperti Jakarta. Kami pun memutuskan untuk menyebrang ke Pulau Panjang. Kayaknya Pulau Panjang memang tempat wisata alternatif jika gagal ke Karimunjawa.



Kami akhirnya bergerak menuju Pulau Panjang menggunakan perahu kayu. Tarif menyeberang dari Pelabuhan Kartini ke Pulau Panjang kira-kira Rp.10.000 - Rp.15.000,-/orang.
Pulau Panjang memiliki luas 19 hektare dan berjarak 1,5 mil dari Pelabuhan Kartini. Waktu yang dibutuhlan untuk menyeberang sekitar 15 menit.
Pulau ini memiliki pasir putih dan dikelilingi laut dangkal berair jernih serta memiliki terumbu karang.
Kekecewaan saya sedikit terobati. Itu kekecewaan saya ya, nggak tahu kalau Mas Dhani. Hehe.

Bagian tengah pulau ini adalah hutan tropis yang ditumbuhi pohon yang tinggi menjulang dan diselingi perdu dan semak sebagai tempat berkembang biak burung laut. Pohon yang tumbuh di pulau ini didominasi oleh Kapuk Randu, Asam Jawa, Dadap serta Pinus.

Di pulau ini juga terdapat makam seorang ulama yang dahulu menyebarkan agama islam di Jepara bernama Syeh Abu Bakar.
Fasilitas yang tersedia di tempat ini, ada warung makan, wc umum, mushola, dan pendopo, serta terdapat air barokah yang dipercaya oleh sebagian orang sebagai air yang bermanfaat bagi kesehatan dan keselamatan (kalau ini saya malah baru tahu).

Setelah sampai disana kami duduk duduk menikmati suasana Pulau Panjang yang begitu mempesona. Angin laut yang membelai saya dengan lembut membuat saya terkantuk dan memaksa saya untuk merebahkan diri dan akhirnya tidur lagi. :)

Menjelang sore hari, kami pun menyibukkan diri masing-masing. Saya dan beberapa kawan memutuskan untuk berjalan-jalan dibawah teduhnya pohon berkeliling pulau sambil menikmati pemandangan hutan. Tak lupa juga kami mencari spot yang menarik buat foto-foto. Oh, ya, ditengah pulau ini terdapat menara. Saya sendiri kurang tahu fungsi menara tersebut. Hehe.





Puas berkeliling dan karena matahari pun semakin tenggelam kami pun menyudahi jalan jalan kami dan kembali ke tenda bersiap untuk memasak bersama buat makan malam. Nasi sarden menjadi menu makan malam kami. Seusai makan malam kami mengadakan acara, tukar kado dan games, bagi siapa yang kalah dia harus rela wajahnya kami bedakin. Hehe.

Yang kalah dibedakin. :v
Dan puncaknya kami saling bergandengan tangan serta manyanyikan lagu disini senang dusana senang dan kemesraan. Rasanya  bulu kuduk saya merinding ketika kami menyanyikan lagu kemesraan dibawah langit yang gelap dan angin laut yang berhembus tenang.
Setelah acara usai, kami saling mengobrol satu sama lain. Duduk ditepi pantai sambil memandang ombak yang menggulung hingga kami terlelap sampai pagi menjelang. Rasanya berat jika harus berpisah dengan keluarga baru ini.

Sampai jumpa lagi kawan. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan umur panjang supaya kita dapat berkumpul kembali.

BACA JUGA : Finnaly, Karimunjawa
Gagal Ke Karimunjawa Gagal Ke Karimunjawa Reviewed by Achmad Muttohar on 17.12 Rating: 5

28 komentar:

  1. wah kalah bagus dgn karimun jawa ya pulau panjangnya,
    tapi kayaknya seru juga kalau menginap di sana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bro. Mau gimana lagi. Kapan2 dicoba lagi ke Karimunjawa-nya. :D

      Hapus
  2. wah nanggung juga sih bro sebenernya tinggal nyebrang aja ke karimun jawa, ya tapi semesta berkata lain. tapi happy juga tuh bro walopun gk jadi juga :D ane jadi pengen backpaceran jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bro. Yang paling penting kebersamaannya. :D
      Ayuk, bro, kalo mau backpackeran. ;)

      Hapus
  3. teman saya juga banyak tuh yang sudah sampai pelabuhan tapi ngga bisa nyebrang.. setidaknya masih bisa main ke pulau lah. Teman saya banyak yang akhirnya milih balik lagi. hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mas. Yang namanya alam memang ndak bisa diprediksi.

      Hapus
  4. kepingin juga jd backpeker tp terkendala oleh dana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya juga backpacker, bro. Dana bukan kendala. Asal ada niat jalan aja meski minim dana. ;)

      Hapus
  5. sayang banget gak sampai ke karimun jawa.. tapi klo ane tetap seneng tuh karena tetap bisa jalan-jalan bareng temen-temen :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dapat pengalaman baru, kawan baru.

      Hapus
  6. wah padahal indah banget loh gan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya juga belom jodoh, gan. Kapan2 coba lagi. :D

      Hapus
  7. hmmm Tahun Baru kesana ...
    rencana... hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa nyebrang sampai karimun ya, bro.

      Hapus
  8. wah saya mah anak rumahan atuh om2 :D :v

    BalasHapus
  9. Wahh,, pengalaman menarik gan..
    sayang gak jadi nyeberang yahh..

    BalasHapus
  10. bikin pengen aja lu gan ,, ahahahaha

    BalasHapus
  11. Dilihat dari fotonya sih indah pemandangannya jadi pengen kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih indah karimun lah. Tapi kalo kapal gak bisa nyebrang ya satu-satunya altetnatif.

      Hapus
  12. wah enak kali ya kalo backpackeran rutin ...

    BalasHapus
  13. Waah.. Ada uga kok temenku yang bernasib sama kayak mas. Udah jauh-jauh dari banten, ternyata gak kebagian nyebrang. Mungkin memang bukan rezekinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalo rezeki gak bakal lari kemana. :)

      Hapus
  14. Balasan
    1. Gak kepikiran. Lagian kita kan pengin wisata hemat ala backpacker. Entar budgetnya berat di transport dong. Hehe.

      Hapus

Silakan berkomentar sesuka kamu asal relevan dengan isi postingan, dan tunggu kedatanganku di hatimu, eh blog kamu. :)

Maaf link aktif akan langsung saya hapus.

Diberdayakan oleh Blogger.