Menjejakkan Kaki di Palembang, Bumi Sriwijaya


Tahun ini Dinas Pariwisata Kota Palembang kembali menyelenggarakan Famtrip Musi & Beyond. Beruntung sekali aku terpilih menjadi salah satu peserta yang ikut dalam serangkaian acara Famtrip kali ini. Dari dulu kepengin banget bisa mengunjungi salah satu kota yang dikenal sebagai  surga kuliner Indonesia ini. Tentu saja, selain pempek, Palembang memiliki beragam makanan khas nan lezat lainnya yang menggugah selera.

Selama 4 hari para peserta yang terdiri dari blogger, vlogger, content creator dan media dari dalam dan luar negeri diajak menelusuri berbagai destinasi wisata unggulan di Palembang, dan gak ketinggalan juga buat mencicipi aneka kuliner khas Palembang.

Di samping menikmati kuliner lokal dan berkunjung ke destinasi wisata yang terkenal di Kota Pempek itu, para peserta juga diajak buat melihat lebih dekat kemeriahan cap go meh di Bukit Kemaro. Pastinya seru banget dong.

Buat aku sendiri rasanya seperti mimpi bisa menginjakkan kaki di Bumi Sriwijaya. Begitu aku dikabari bahwa terpilih menjadi salah satu peserta, tentu saja rasanya seneng banget bercampur haru sekaligus dagdigdug. Pokoknya campur aduk.

Beberapa hari setelah dihubungi oleh panitia, aku pun mengirimkan bukti etiket pesawat yang telah aku pesan sebagai bentuk konfirmasi sekaligus kesanggupan mengikuti Famtrip Musi & Beyond 2020. Alih-alih terbang dari Bandara Adi Sujipto Jogja, aku memilih naik pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta walau harus rela berangkat di tanggal 4 dan menumpang bus Magelang-Jakarta selama 10 jam.

Sekira pukul 7.30 pagi pesawat yang aku tumpangi mendarat dengan selamat di Bandara Mahmud Badaruddin 2. Aku pun disambut oleh Kak Atik Indalena dari Dinas Pariwisata Kota Palembang dan diajak menunggu kedatangan teman-teman lain di Tourist Information Center. Di sana aku bertemu dengan peserta lain dari Jakarta dan Malaysia. Kami belima pun menjadi peserta kloter pertama yang datang.


Selanjutnya kami diajak menuju hotel menaiki LRT Sumatera Selatan dari Stasiun Bandara. Ini kali pertamanya aku naik moda transportasi cepat di Palembang tersebut (ya iyalah orang ke sana juga baru sekali). Perjalanan pun dilanjutkan dengan bus hingga ke Emilia Hotel yang berada persis di belakang Palembang Indah Mall. Di sanalah para peserta menginap selama acara Famtrip berlangsung dari 5-8 Februari 2020. Selepas beberapa saat menunggu kami pun mendapatkan jatah kamar untuk masing-masing dua orang. Akhirnya bisa rebahan setelah menempuh perjalanan jauh.

Menikmati Makan Siang di Resto Kapal Selam



Menjelang siang hari kegiatan pun dimulai. Di hari pertama Famtrip Musi & Beyond 2020, kami diajak untuk menikmati makan siang di Resto Kapal Selam yang berlokasi di Jl. Angkatan 45, Demang Lebar Daun, Palembang. Jaraknya gak begitu jauh dari hotel tempat kami menginap.


Selain bisa menikmati makan siang, di sana kita juga bisa menyaksikan pembuatan pempek secara langsung. Kalau di Resto Kapal Selam ini, bahan dasar pempeknya terbuat dari daging ikan sungai seperti belido, putak, dan gabus yang dicampur dengan tepung tapioka. Karena asli buatan wong kito galo, maka untuk isian pempek kapal selamnya menggunakan telur mentah bukan yang sudah matang.

Keunikan Resto Kapal Selam ini, selain beberapa bahan bangunannya menggunakan kayu bekas kapal yang sudah gak terpakai, dalamnya juga bernuansa Palembang banget loh. Gimana gak coba. Dindingnya saja dihias dengan kain khas Palembang seperti kain songket dan jumputan yang ditata apik di dinding ruangan.

Aneka hidangan spesial dari Resto Kapal Selam pun tersaji di hadapan kami, mulai dari pempeknya yang super enak dengan cukonya yang khas dan bercitarasa pedas hingga gurihnya nasi goreng assegaf bertoping daging kambing komplit dengan ayam goreng, emping beserta lalapan.

Tak ketinggalan beberapa kudapan manis khas Palembang pun turut dihidangkan seperti kumbu kacang merah dan kue srikaya sebagai makanan penutup. Oke, setelah perut terisi saatnya bergerak menuju destinasi selanjutnya.




Inspeksi Hotel Novotel Palembang

Berikutnya kami diajak untuk inspeksi hotel ke sebuah penginapan mewah di jantung Kota Palembang yang pernah diinapi oleh Presiden Jokowi selama masa kunjungannya ke Palembang yaitu Novotel Palembang Hotel & Residence. Kami diajak berkeliling hotel yang dibangun di atas tanah seluas 8 hektar itu. Masuk ke kamar satu ke kamar yang lain mulai dari kamar sekelas Junior Deluxe, Famili Room hingga Penthouse.

Dengan berjalan kaki beriringn para peserta juga diajak melihat berbagai fasilitas yang ada di hotel berkonsep resort itu, sepeti kolam renang yang luas dan keren banget. Lalu tempat spa yang bakal memanjakan setiap pengunjungnya juga ballroom yang berkapasitas ribuan orang.

Betah banget berlama-lama di sana, apalagi melihat ada yang berenang di kolam renang outdoornya. Jadi pengin ikutan nyemplung. Sayangnya kami harus menyudahi kunjungan ke Novotel Palembang Hotel & Resort dan kembali ke hotel.




Mampir ke Lamonde Oleh-oleh Kito


Di tengah perjalanan kembali ke hotel kami diajak mampir ke Lamonde, toko oleh-oleh khas Palembang punyanya artis Irwansyah itu lho. Harusnya ke sananya pas sudah hari terakhir ya biar bisa beli oleh-oleh buat dibawa pulang ke rumah. Kunjungan ke Lamonde itu pun hanya berakhir dengan melihat-lihat dan kepengin doang.

Menikmati Welcome Dinner di Kedai Tiga Nyonya




Malam harinya para peserta diajak untuk bersantap malam dan beramah tamah dengan pejabat dari Dinas Pariwisata Kota Palembang. Tujuan kami malam itu adalah Kedai Tiga Nyonya. Dinamakan demikian karena menu yang disajikan oleh restoran ini merupakan perpaduan antara 3 budaya yakni Indonesia, Belanda, dan Tionghoa.

Yang menjadi daya tarik dari Kedai Tiga Nyonya ini adalah restoran ini berkonsep rumahan dan bernuansa tempo dulu,. Seluruh ruangannya dipenuhi dengan barang-barang jadul koleksi dari pemiliknya. Usai bersantap, kami juga mendapat kesempatan mengintip isi dalam ruangan lantai 2 yang dipenuhi oleh keramik, guci dan barang pecah belah lainnya.

Selesai sudah kegiatan kami di hari pertama itu, saatnya buat balik ke hotel dan beristirahat. Namun sebelum itu, kami juga menghibur diri terlebih dulu dengan berjoget bersama dengan diiringi musik bernuansa Melayu. Lumayanlah hitung-hitung bakar kalori biar nanti makin nyenyak tidurnya.




Keseruan Famtrip Musi & Beyond 2020 masih berlanjut loh. Tunggu di postingan selanjutnya ya.
Menjejakkan Kaki di Palembang, Bumi Sriwijaya Menjejakkan Kaki di Palembang, Bumi Sriwijaya Reviewed by Achmad Muttohar on 08.30 Rating: 5

2 komentar:

  1. Konsep tontonan budaya ini sebenarnya menarik untuk disajikan disebuah restoran ya mas, berasa berbeda.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.