Ada Cerita Mistis di Curug Gending Asmoro

Tahun ini Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang kembali mengadakan famtrip seperti tahun lalu. Bersama blogger dan jurnalis dari Semarang dan sekitarnya, selasa (29/9/2020) lalu aku pun berkesempatan ikut serta dalam famtrip kali ini. Tentu saja sekarang agak berbeda dibanding dengan tahun sebelumnya dikarenakan masih dalam masa pandemi.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa semenjak covid-19 mewabah semua tempat wisata di seluruh Indonesia ditutup untuk sementara. Namun sejak diumumkannya new normal oleh pemerintah satu persatu tempat wisata pun kembali dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pada famtrip yang dikemas dalam one day tour kali ini kami diajak berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Kabupaten Semarang yang telah lolos uji coba dan sudah mengantongi izin beroperasi dari dinas dan instansi terkait.

Walaupun tempat-tempat wisata sudah kembali dibuka, namun agaknya masyarakat masih merasa takut bepergian ke tempat wisata. Dengan mengajak para blogger dan jurnalis, Dinpar Kabupaten Semarang berharap nantinya kami mampu meningkatkan kepercayaan dan mengedukasi masyarakat, bahwa berwisata di era adaptasi kebiasaan baru sangatlah aman selama kita tertib mematuhi protokol kesehatan yaitu 3M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Pagi itu selepas mendapatkan pengarahan dari kepala Dinpar Kabupaten Semarang, Ibu Dewi Pramuningsih, kami pun bertolak menuju destinasi wisata pertama yang berada di Desa Wisata Kalongan. Oh ya agar kami selalu berjaga jarak, kami pun dibagi menjadi 2 minibus. Kursi yang sedianya muat untuk 3 orang hanya boleh untuk 2 orang saja.

Curug Gending Asmoro

Setelah menempuh perjalanan sekira 30 menit kami pun tiba di Desa Wisata Kalongan. Sebelum masuk ke area obyek wisata, kami diwajibkan untuk mencuci tangan dan cek suhu tubuh. Untuk bisa mencapai curug atau air terjun kami masih harus berjalan kaki menuruni ratusan anak tangga karena lokasinya berada di bawah.


Selama di sana kami didampingi oleh pemandu dari Desa Wisata Kalongan yang banyak memberikan informasi mengenai tempat wisata alam tersebut. Seperti cerita mistis yang menjadi asal-usul nama Curug Gending Asmoro. Konon di waktu tertentu akan terdengar suara gamelan yang tidak diketahui sumbernya. Bukannya membuat takut, namun justru malah sebaliknya, banyak pengunjung yang penasaran hingga akhirnya datang ke tempat ini hanya untuk membuktikan cerita itu. Bahkan sampai ada yang benar-benar mendengar suara gamelan gaib tersebut.

Setelah menuruni beberapa anak tangga kita akan melihat sebuah sumur kecil yang keberadaannya sangat dikeramatkan. Sampai-sampai ketika ada hajatan besar seperti pernikahan atau acara wayangan setiap warga pasti selalu mengambil air dari sumur tersebut sebagai salah satu syarat. Konon air di dalam sumur tersebut juga dipercaya bisa membuat awet muda.

Kami pun melanjutkan perjalanan lagi di antara rindangnya pepohonan bambu. Tak lama kemudian, sudah terdengar suara gemericik air, tandanya sebentar lagi kita akan sampai di lokasi curug. Setelah melewati ratusan anak tangga tadi kita akan tiba di jembatan bambu yang dicat warna-warni. Menurut pemandu kami, awalnya jembatan tersebut tidak dicat warna-warni seperti itu, namun karena kondisinya sudah usang dan belum ada dana untuk mengganti dengan yang baru, maka pengelola pun menyiasatinya dengan mewarnainya agar tidak terlihat begitu suram.

Akhirnya kami sampai juga di air terjun setinggi 15 meter yang bersumber dari aliran sungai Kresek itu. Walau debit airnya tidak terlalu deras karena masih musim kemarau namun aku sendiri merasa cukup puas sudah bisa sampai ke sana. Selain bisa menikmati suasana alam yang masih asri dan pemandangan sekitar curug yang cukup menawan para pengunjung juga bisa berswafoto di spot selfie yang tersedia.

Tempat wisata yang sudah dibuka sejak 2017 itu pun telah dilengkapi dengan sarana pendukung seperti toilet dan mushola. Untuk tiket masuknya sendiri para wisatawan cukup membayar 5000 rupiah saja di hari biasa dan 10 ribu rupiah saat akhir pekan. Gimana, murah meriah banget kan?

Setelah dari Curug Gending Asmoro ke mana lagi ya kira-kira? Tunggu saja di postingan selanjutnya ya.

Ada Cerita Mistis di Curug Gending Asmoro Ada Cerita Mistis di Curug Gending Asmoro Reviewed by Achmad Muttohar on 07.30 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.