Kopdar Online Bersama Smartfren


Sedih ya rasanya, sebab sekarang segala bentuk kegiatan yang memicu keramaian terpaksa harus ditiadakan selama covid-19 mewabah. Ya, itu juga demi kebaikan sih, agar tidak semakin parah saja penyebarannya. Entah sampai kapan pagebluk ini akan berakhir. Semoga secepatnya corona sirna ya, biar kita bisa leluasa beraktifitas seperti sediakala.

Acara kopdar Smartfren Community di Magelang yang sudah direncanakan jauh-jauh hari dan sedianya bakal diadakan bulan April ini pun mau gak mau harus ditunda. Namun sebagai gantinya, Smartfren Community Magelang beberapa waktu yang lewat mengadakan kopdar virtual.

Tepatnya seminggu lalu acara tersebut berlangsung. Acara yang dikemas dalam ngobrol santai bersama penulis Magelang itu pun terbilang lancar walaupun ada sedikit kendala.

Beberapa hari sebelumnya, Pak Rinaldi Purwanto selaku ketua Leader Smartfren Community Nasional menghubungi saya buat bikin acara online. Saya pun akhirnya mengajak Komunitas Ulat Buku buat berkolaborasi mewujudkan acara tersebut. Alhamdulillah ajakan saya disambut baik oleh Kak Andam Aulia Pratiwi. Setelah menentukan tanggal, pemateri, moderator, dan tema acara, saya pun langsung mengabarkannya kepada Om Rinaldi.

Mungkin karena waktunya terlalu mepet, jadi gak banyak peserta yang ikut. Banner acaranya saja baru dibikin sehari menjelang hari H. Jadi gak sempat mengabarkannya ke seluruh dunia hehe. Padahal gak tanggung-tanggung lho narasumbernya.

Ada Kak Andam Aulia Pratiwi yang memiliki nama pena Aulia Hazuki. Selain menulis buku bergenre misteri berjudul Misteri Buku Harian Johanna, ia juga sekaligus pengurus komunitas Ulat Buku, sebuah komunitas baca di Magelang. Karya-karya dari perempuan kelahiran Surakarta ini juga bisa kalian temukan di platform Story dan juga Joylada.

Sementara Mas Wiwien Wintarto atau akrab disapa Mas WW ini merupakan pembina komunitas Himpena (Himpunan Penulis Indonesia). Kurang lebih sudah 33 judul buku mulai dari novel, antologi, sampai non-fiksi yang sudah ia telurkan. Selain romance, mantan jurnalis ini juga menulis buku bergenre fantasi hingga sejarah (cerita silat). Akhir tahun 2019 lalu Mas WW juga menulis novel berjenis cerita detektif dan petualangan anak.

Gak cuma narasumbernya, moderatornya juga gak kalah kece. Siapa lagi kalau bukan Wahyu Prasetya alias Babang Tamvan yang merupakan Leader Smartfren Community Yogyakarta.

Acara kopdar online bertajuk Nulis di Era Digital: Sukses Bermodal HP Doang yang dimulai pukul 19.00 WIB via aplikasi Zoom itu menitikberatkan tentang menulis di era digital sekarang. Semua dikupas tuntas sama dua penulis Magelang itu.

Berbicara mengenai menulis di era digital saat ini, betapa mudahnya bagi penulis di zaman sekarang. Gak seperti dulu yang harus menulis menggunakan mesin tik. Betapa tidak, sekarang mau menulis kapan saja dan di mana saja pun bisa. Cukup dengan gawai yang kita punya.

Bukan hanya proses menulisnya saja, dalam hal menerbitkan buku, dulu juga butuh waktu yang sangat lama, dan tahapan yang panjang serta ongkos cetak yang mahal. Sekarang kita bisa dengan mudah menulis buku, caranya dengan mengunggah tulisan kita di media sosial semacam Wattpad atau Storial. Syukur-syukur nanti ada pihak penerbit yang tertarik buat menerbitkan tulisan kita.

Meski kelihatannya mudah, menulis juga gak segampang yang kita bayangkan loh. Menulis juga membutuhkan proses yang panjang. Mulai dari riset, menentukan tema, latar belakang, karakter dan lain sebagainya. Mas WW saja perlu waktu 10 tahun untuk menyelesaikan bukunya yang berjudul Elang Menoreh.

Berikutnya beberapa pertanyaan pun dilontarkan oleh beberapa peserta. Senang rasanya jika semua proaktif dan antusias seperti itu. Bahkan ada juga yang memberikan masukan. Acara malam itu menjadi semakin hidup.

Sebelum ditutup oleh moderator, kedua narasumber pun menyampaikan beberapa tip yang sangat bermanfaat.

Kamu pernah mencoba mengirimkan naskah ke penerbit dan ditolak? Nah, ternyata ada triknya loh supaya naskah kita lolos. Gimana caranya tuh? Seperti yang disampaikan oleh Mas WW, sebisa mungkin tulisan kita harus menarik minimal di 6 halaman pertama atau 2 paragraf pertama. Karena editor hanya akan membaca beberapa paragraf saja. Yakali mau dibaca semua, kan ada puluhan bahkan ratusan draft naskah yang menumpuk di ruang editor dan bertambah setiap harinya.

Ada juga tip dari Kak Aulia. Kalau pengin bisa menulis perbanyaklah membaca buku dan menonton film. Gak jarang dari sana nanti kita bakalan mendapatkan ide. Ia juga sedikit membeberkan kedua platform atau sosial media buat menulis yang bisa menghasilkan cuan seperti yang saya sebutkan di atas tadi.

Kurang lebih itulah isi ngobrol santai kami beberapa waktu lalu. Usai sudah acara pada malam hari itu. Sampai jumpa di kopdar selanjutnya. Mudah-mudahan berikutnya bisa kopdar secara offline. Oh iya, kalau kamu berdomisili di Magelang dan berminat gabung di Smartfren Community Magelang jangan sungkan buat menghubungi nomor whatsapp saya ya.
Kopdar Online Bersama Smartfren Kopdar Online Bersama Smartfren Reviewed by Achmad Muttohar on 07.45 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.