Mendadak Jalan-jalan : Dari Candi Mendut Hingga Punthuk Setumbu

Bermula dari obrolan yang penuh guyonan yang berlangsung di teras rumah, gue bersama seorang teman sepermainan (bukan teman tapi mesra) gue, sebut saja namanya Yuryco, akhirnya kami merencanakan buat dolan ke Gunung Andong. Selain karena kami belum pernah, kami memang selalu aja gagal setiap kali mau kesana. Berharap banget bisa kesana. Itung-itung buat latihan sebelum ke Rinjani, hihihi.
Siang itu berangkatlah gue dan Yuryco ke tujuan awal kami, yakni Gunung Andong yang terletak di antara Ngablak dan Grabag, Kabupaten Magelang. Gunung Andong memiliki ketinggian 1780 mdpl.

Tapi, mungkin karena memang belum jodoh, akhirnya kami gagal lagi naik Gunung Andong untuk kesekian kalinya. Iya, semua gara-gara gue sendiri sih, yang tergoda oleh postingan salah seorang teman gue di Facebook yang sedang berfoto ria di atas sebuah bukit bernama Bukit Kukusan. Dalam postingannya tersebut, dia menyebutkan kalau bukit Kukusan Berada di wilayah Salaman berbatasan dengan Kulon Progo. Kayaknya menarik nih. Secara kita bakal melewati perkebunan teh Nglinggo sebelum sampai kesana. Wah bakalan jadi petualangan yang keren nih! Gue membatin dalam hati.

Gue pun langsung mengusulkan tempat yang gue maksud tadi ke Yuryco, sambil memperlihatkan atau lebih tepatnya mamamerkan foto-foto Bukit Kukusan di hape gue "Eh, Bukit Kukusan kayaknya menarik, nih liat. Gimana kalo kita kesana aja?"

Teman gue pun langsung iya iya aja. Emang ajaib banget nih anak. Akhirnya kami berdua sepakat buat ke Bukit Kukusan. Tetapi, karena belum pernah kesana, jadi kami masih bingung mau lewat jalan mana menuju Bukit Kukusan itu. Alhasil kami pun hanya menyusuri jalan di daerah Salaman. Sesampainya di Salaman, kami lalu mampir dulu aja ke lapangan tembak. Naik ke menara dan kita bisa lihat Perbukitan Menoreh dari sini. Katanya Bukit Kukusan letaknya berada dibalik Bukit Menoreh, berarti nggak terlalu jauh banget.





Puas kami berfoto-foto dan mengelilingi lapangan tembak, kami melanjutkan perjalanan lagi ke arah Borobudur. Sesampainya di Borobudur kami berhenti untuk mengisi bahan bakar di SPBU. Namun sebelumnya kami beristirahat sebentar terlebih dahulu di sebuah angkringan tak jauh dari SPBU tersebut. Kami lalu turun dari motor dan memesan segelas es teh dan segelas es jeruk sebagai penawar rasa haus kami siang itu. Sembari menyeruput es dan menyemil beberapa gorengan, kami berbincang dan bertanya arah jalan menuju Bukit Kukusan dengan si penjual angkringan. Namun kayaknya mbak-mbak penjual angkringan itu kurang tahu dimana tempat yang kami maksud.
Setelah perut kami terisi oleh segelas es dan beberapa gorengan, kami pun beranjak dari angkringan, mengisi bensin, dan melanjutkan perjalanan sambil nyanyi-nyanyi lagunya Ebiet G. Ade, "Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan..."

Karena kami nggak tahu tempat Bukit Kukusan itu dimana, akhirnya kami mengurungkan niat untuk pergi kesana. Yah gagal deh. Sambil ngobrol ngalor ngidul, kami pun berpikir, karena sudah terlanjur basah, eh terlanjur jalan jauh sampai kesini, baiknya mau kemana, hingga sampailah kami di Candi Mendut. Daripada kami tak tahu mau kemana, akhirnya kami memutuskan mampir ke Candi Mendut. Lumayan enak buat ngadem. Tapi, kami hanya berjalan-jalan di sekitar Candi Mendut, melihat-lihat  aja dari luar tanpa masuk ke area candi. Tiket masuk ke area candi cukup murah kok, sekitar Rp 3000,- aja.

Setelah berjalan-jalan di sekitaran candi, kami lalu masuk ke dalam area vihara buddha, Mendut Bhudist Monastery. Tak lupa kami berfoto-foto disana. Menurut Wikipedia dulunya vihara ini merupakan biara katholik yang kemudian tanahnya dibagi-bagi kepada rakyat pada tahun 1950-an, lalu dibeli oleh yayasan buddha dan diatasnya dibangun vihara.








Setelah lelah mengelilingi area Bhudist Monastery, kami lalu keluar dan bermaksud untuk sholat asar di mushola yang letaknya tak jauh dari Candi Mendut. Eh, malah kami dikejar-kejar oleh seorang ibu-ibu yang menawarkan kaos. Meski kami sudah menolak, namun ibu-ibu itu terus mengejar-ngejar kami. Sampai kami kembali dari mushola pun ibu-ibu itu masih aja ngejar-ngejar. Pantang menyerah banget nih, ibu-ibu.
Hari pun semakin beranjak sore, kami memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan kami di Candi Mendut. Kami lalu naik motor lagi dan melanjutkan perjalanan. Kebetulan kami lagi di Borobudur kenapa nggak sekalian aja ke Punthuk Setumbu. Akhirnya Punthuk Setumbu menjadi tujuan kami selanjutnya.

Sampai juga kami di lokasi. Punthuk Setumbu merupakan sebuah bukit setinggi kurang lebih 400 mdpl. Tempatnya tak begitu jauh dari Candi Borobudur, tepatnya berada di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Kabupaten Magelang. Jangan lupa siapkan uang Rp 15.000,- ya kalau mau masuk atau mendaki ke Punthuk Setumbu. Butuh waktu sekitar 15 menit untuk mencapai puncak Punthuk Setumbu. Lumayan bikin ngos-ngosan.
Sore itu pengunjungnya lumayan banyak, meski nggak sebanyak pas pagi hari sih. Ya iyalah, Punthuk Setumbu memang spot tetbaik buat menikmati indahnya sunrise di pagi hari, dan menjadi favorit bagi para fotografer.
Dari atas Punthuk Setumbu kita bisa melihat kemegahan Candi Borobudur yang tenggelam diantara lautan kabut dengan background Gunung Merapi dan Gunung Merbabu kalau pas pagi hari.

Cakep banget nih foto*




*Foto diatas merupakan foto yang diambil oleh seorang fotografer pemenang Photo Contest Magelang Throught Your Lens 2013.

Kalau kita sedikit berjalan masuk ke dalam, disana kita bakal menemui sebuah bangunan berbentuk ayam yang guede buanget, sayang sekali kami nggak kesana, secara matahari hampir tenggelam, takutnya kami pulangnya kemalaman. Takut orang rumah khawatir dan nyariin, hehehe. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang.
Benar aja, belum juga sampai jalan raya adzan maghrib udah berkumandang. Sambil perjalanan pulang, kami pun mencari masjid terdekat untuk sholat maghrib.

Seusai sholat, kami lanjutkan lagi perjalanan pulang ke rumah. Namun bukan pulang ke rumah, kami malah ke Museum OHD di Jalan Jenggolo Kota Magelang. Museum OHD merupakan musium pribadi milik kolektor seni rupa kawakan Dr. Oei Hong Djien. Museum ini dibuka untuk umum, buka setiap hari senin-minggu (rabu/selasa tutup) pukul 10.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk kalau nggak salah Rp 100.000,-.

Sumber : ohdmuseum.com
Dari Museum OHD sekalian aja kami mampir ke Syang Art Space di Jl. MT Haryono, Bayeman, Kota Magelang sebelum balik ke rumah. Syang Art Space merupakan sebuah galery seni yang didirikan oleh L Ridwan Muljosudarmo, seorang kolektor dan artistik seni rupa Indonesia. "Syang" sendiri mempunyai makna "cinta".

Dan jalan-jalan absurd kami pun berakhir malam itu. Benar-benar hari yang sangat absurd. Bisa-bisanya, tadinya mau ke Andong, eh, kok malah jadi kemana-mana.

Home sweet home, selasa 28 Juli 2015
Mendadak Jalan-jalan : Dari Candi Mendut Hingga Punthuk Setumbu Mendadak Jalan-jalan : Dari Candi Mendut Hingga Punthuk Setumbu Reviewed by Achmad Muttohar on 21.01 Rating: 5

32 komentar:

  1. Halan-halan tanpa ptepare hang amat sangat memang menhenangkan ....jadi pikiran !reatif kita jadi terasah gitu !an gaes... gahuls

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halooo, Kak! Mau jadi bagian tim jelajah Kalimantan GRATIS? Ikuti lomba blog "Terios 7 Wonders, Borneo Wild Adventure" di sini http://bit.ly/terios7wonders2015 #Terios7Wonders

      Jangan sampai ketinggalan, ya!

      Hapus
  2. memang menyenangkankan gan jalan" tanpa rencana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap biasanya kalo direncanain malah bisa gagal.

      Hapus
  3. Keren nih jadi kepengen ke candi mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Main aja mas ke Magelang. Di Magelang banyak banget candi. Banyak. :)

      Hapus
  4. Walaupun mendadak tapi seru juga hehe:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya apalagi kalau mendadak dapat jodoh ya, gan. :D

      Hapus
  5. Seru kayanya main kesana. nice post gan

    BalasHapus
  6. Seru sekali emg klo jalan jalan bgni caranya :D
    makasih gann telah mempostingnya,, mengingatkan saya dengan masa kecil saya..
    mari berkunjung ke blog saya testingindonesia.blogspot.com

    BalasHapus
  7. Stupa nya mirip kaya candi borobudur yaa

    BalasHapus
  8. pengen bgt ane ke candi gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Main aja ke Magelang. Disini candinya banyak. Banyak. :D

      Hapus
  9. Seru tuh jalan - jalan menyusuri tanah Indonesia

    BalasHapus
  10. Seru juga tuh jalan -jalannya :D . Apalagi di dalam negeri :) .

    BalasHapus
  11. kayaknya jalan-jalannya seru banget dah, pengen nih maen kesana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maen aza kesini, gan. Besok tak anterin muter2 Magelang. :D

      Hapus
  12. boleh juga idenya... tau-tau ke gambir beli tiket kemana gitu trus biarkan kaki melangkah. hahahaahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mas. Kalo direncana biasanya malah gatot alias gagal total. :)

      Hapus
  13. Ha aku kemaren lebaran sudah hampir mendekati punthuk setumbu ning njuk mlipir. Kadung kawanen...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.