Serangan Sasta #1

Malam minggu katanya adalah malam yang paling dinanti-nanti oleh pasangan muda-mudi buat ketemuan. Namun, apa yang bisa diharapkan oleh seorang tuna asmara macam gue. Biasanya kalau malam minggu selalu gue habiskan buat kencan buta tidur, atau paling nggak gue habiskan buat nonton tv, itupun kalau sedang ada acara yang bagus. Gue prihatin sama acara tv sekarang yang kebanyakan nggak mendidik. Lo pasti udah tahu tentang anak ingusan yang masih duduk di bangku SMP nembak anak SD. Oke, kok malah jadi kemana-mana.

Untungnya malam minggu kemarin Aliansi Sastra Magelang meluncurkan Serangan Sastra #1. Jadi malam minggu gue nggak suram-suram amat. Gue sangat mendukung dan mengapresiasi adanya acara sastra kayak gini. Serangan Sastra itu apa sih, Koh? oke lebih jelasnya lo bisa baca tulisan di bawah ini.

Kok ada gambar setannya ya? -__-


MAGELANG – Awal-awal tahun 2015, aktivitas sastra di Kota Magelang mulai menunjukkan geliat. Terlihat dari beberapa sastrawan, dan pecinta sastra semangat berunjuk gigi dalam Serangan Sastra Magelang (SSM) #1 di Gedung Kyai Spanjang Kota Magelang, akhir pekan lalu. Acara yang digagas Aliansi Sastra Magelang (ASM) ini mendapat apresiasi tinggi dari hampir semua kalangan. Sejumlah akademisi, pegiat-pegiat kominitas seni, dan masyarakat hadir bersama-sama mengapresiasi.
’’Acara ini memang bagi semua kalangan. Siapa saja bebas mengapresiasi. Tidak akan ada kota yang besar jika sastranya tidak maju,’’ ujar Andika John Manggala, Ketua ASM kepada Suara Merdeka usai acara.
Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) ini menuturkan, SSM baru pertama kali ini diadakan, dan rencananya akan dirutinkan tiap bulan. Hal ini mengingat aktivitas sastra di Kota Magelang terbilang jarang, dan masih butuh perjuangan.
Aktivitas Sastra ’’SSM ini sekaligus dibuat agar masyarakat lebih mengetahui ada aktivitas sastra di Magelang. Sastra bukanlah seni yang sunyi atau hanya bisa dinikmati kalangan terbatas. Sastra lahir dari tengah- tengah masyarakat, dan masyarakatlah yang memiliki sastra,’’katanya. Pria juga pemain stand up comedy (comic) ini menilai, sastra bukan seni hanya bisa dinikmati dengan media tulisan saja. Tapi dapat juga dinikmati melalui bentuk pertunjukan yang menghibur. Dalam SSM perdana ini, pihaknya menyajikan para pengisi acara yang mumpuni.
Di antaranya Dien Ihsani dari Komunitas Perdu-Penulis Se-Kedu, sastrawan senior Bambang Eka Prasetya, Cholifatul Ridwan (penulis asal Muntilan), Hafid Kurnia (Sanggar Lincak), Mirza dan Dani Doubleh. Komite Dewan Kesenian Kota Magelang (DKKM), Danu Sang Bintang mengemukakan, SSM merupakan satu langkah guna membuat masyarakat Magelang melek sastra. (Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/awal-tahun-magelang-dapat-serangan-sastra/)

Nah, udah tahu kan apa itu Serangan Sastra #1. Kalau ada Serangan Sastra #1 berarti akan ada Serangan Sastra #2, dan seterusnya dong? Sudah pasti. Makanya persiapkan diri lo buat Serangan Sastra berikutnya.

Salam literasi.
Serangan Sasta #1 Serangan Sasta #1 Reviewed by Achmad Muttohar on 06.30 Rating: 5

6 komentar:

  1. Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih gan udah mampir. Silahkan dinikmati sajian dari saya. :)

      Hapus
  2. Penggemar sastra juga mas? wah beruntung saya mengunjungi blog ini.

    BalasHapus
  3. Wah ada serangan sastra ya di magelang... sukses selalu untuk eventnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas. Tetimakasih. Insha Alloh akan ada serangan sastra tiap bulan.

      Hapus

Jika sudah baca jangan lupa komen dong. Nanti saya kunjungi balik deh. Bebas asal relevan, dan jangan link aktif. Oke. :)

Diberdayakan oleh Blogger.